Satu dari 35 Lulusan Terbaik UNJ Jatuh pada Wisudawati MP!

12:58 AM

Siapa sih, yang nggak kepingin lulus cepet dengan nilai bagus dan bawa pengalaman yang banyak bekal terjun di masyarakat? Kayaknya semua pasti mau, deh. Bisa bikin orangtua bangga, hemat bayar UKT, dan kualitas CV jadi makin oke. Brrr! And you know, kakak kita dari Manajemen Pendidikan berhasil mendapatkannya!

Adalah Awalien Dhea Syafitri, S.Pd. Gadis yang baru saja berulang tahun tepat seminggu yang lalu inilah Sang Wisudawati ketje itu! Hobinya jalan-jalan, baca (manga, novel/roman sejarah), dan tidur.

Seneng, haru, sedih, deg-degan.. Campur aduk! Kurang lebih itu yang Kak Dhea rasakan di hari bertoga Rabu lalu. Dapet hadiah dari Allah, mama, keluarga, ehm someone special, sahabat, temen, senior, junior.. Katanya, “Banyak, alhamdulillah.” Ditambah gelar sebagai lulusan terbaik, wuih, “nggak nyangka, speechless.. Nano-nano!” tambahnya.

aku bahagia ^^

Penasaran, gimana ceritanya dan apa aja yang akhirnya mengantarkan Kak Dhea untuk menyabet gelar itu? Sabar, tenang. Pasti dikasih tahu, kok!

Jadi begini. Wisudawan/ti terbaik itu diambil dari yang terbaik di fakultas masing-masing. Nah, gimana caranya menentukan lulusan-lulusan terbaik di fakultas? Jawabannya, dari Indeks Prestasi Akhir (IPA) tentunya, lama masa studi, dan keaktifan selama menjadi mahasiswa, salah satunya organisasi (sumber: MC wisuda).

Kalau ada yang nanya, lulusan terbaik itu ada urutannya apa enggak, macam rangking di sekolah, jawabannya: enggak, gengs. Namanya juga terbaik. Imbuhan ter- yang berarti paling udah jelas banget menyampaikan bahwa kata apapun yang diikutinya hanya dapat mewakili satu hal/orang. Jadi dari setiap fakultas di program S-1 cuma ngambil satu orang wisudawan terbaik, dan Kak Dhea mewakili FIP! Kenapa nggak ada urutannya? Karena jatuhnya tidak adil kalau diurutkan. Keilmuannya, kan, beda-beda.

Bingung? Kenapa bisa ada 35 Wisudawan Terbaik sementara Fakultas di UNJ cuma ada sekarang 8 (itu pun Psikologi masih jadi bagian dari FIP pas wisudaan)? Karena FIP kebagian wisudaan di sesi II, bareng FBS, FIS, dan Program Pascasarjana (PPs). 3 orang dari masing-masing fakultas, dan 32 sisanya dari PPs; Program Master, dan Doktor dengan yudisium cumlaude.

Barakallah!

Emang, IPA sama masa studinya Kak Dhea berapa, sih?
Catet nih, catet. Indeks Prestasi Akhir Kak Dhea adalah 3,91! Membawa judul penelitian “Pelatihan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (studi di Pusat Pengembangan Manajemen Sekolah)” dan diselesaikan dengan masa studi 3,5 tahun! *nyalain petasan* *standing aplause*

Terus, terus, seberapa aktif, sih, Kak Dhea pas kuliah?
Kak Dhea pas kuliah ikut:
·         * Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) MP FIP UNJ
·         *  Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FIP UNJ
·         * FIP Green Team UNJ
·         * Education Watch (EDUWA) UNJ
·         * Community Development Teras Koalisi (Comdev TEKO) FIP UNJ
·         * Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP UNJ
·         * Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ
·         * Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) UNJ
·         * Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) Komisariat UNJ
·         * Variabel Bebas

Masya Allah, banyak bener ._. Usut punya usut, Kak Dhea udah jadi organisatoris dari masa putih-abu! Dulu pernah ikut: Paskibra, OSIS-MPK, Rohis, Paduan Suara Gita Smansawi, dan Traditional and Modern Dance Smansa. Salut!

Terus, dapet apa aja, sih, Kak, kalau jadi lulusan terbaik?
“Dapet medali, sertifikat penghargaan dari rektor dan Ikatan Alumni UNJ (IKA), sama satu lagi belum diketahui karena baru bisa diurus Senin ini,” tuturnya.

Waktu ditanya rencana kedepan setelah Wisuda, Kak Dhea bilang kepingin jadi istri yang jalanin S-2 dan nyambi kerja. “Tapi bercanda,” sambungnya. Padahal beneran juga nggak apa-apa, kali, Kak :3

Dan patut berbahagialah kita, karena kakak yang satu ini berbaik hati berbagi pengalaman. Kak Dhea nggak mau dibilang tips dan trik, soalnya, “Ga ada trik khusus. Kepikiran aja engga, haha,” katanya. Tapi biar gitu, akhirnya justru Kak Dhea berbagi banyaaak banget!

Nggak jauh-jauh dari manajemen dirilah, intinya. Kudu imbang antara pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani, dan tentunya fikrawi. Sholat tepat waktu, turuti perintah orang tua dan dosen. Jalani apa yang harus dijalani. Hadapi apa yang di depan menanti. Lagi di kelas, ya fokus belajar. Lagi berorganisasi, ya fokus sama tugas/jobdesc. Lagi jalan-jalan, ya saya usahain buat nggak mikirin tugas. “Jadi intinya mah, jangan coba-coba buat mendua. #tsaahh,”

Nikmatin apa yang sedang kita kerjain. Jangan sampai lagi diskusi sama orang tapi kepikiran tugas (walaupun susah, tapi usahain tetep fokuslah). Pun sebaliknya, lagi di kelas tapi malah sibuk nyiapin agenda rapat atau ngumpet-ngumpet buka laptop, ngerjain sesuatu buat kepanitiaan. Dengan pengecualian, kalau emang nggak gada dosen, lho ya.

Kalau masalah tuntutan akademik, sebagai mahasiswa, kewajiban kita selain belajar dan mengerjakan tugas adalah mengembangkan diri. So, jalanin sesuai minat dan bakat, ya. Jangan di-skip. Sayang. Jajal dengan usaha maksimal dan sesuai sama waktu yang ditentukan. Masalah nilai atau apresiasi, anggap aja itu bonus. Salah satu kuncinya, coba manut sama dosen. Karena tiap tugas yang mereka kasih pasti ada hikmahnya pembelajarannya. “Kalau udah nurut sama orang tua dan dosen, beuh, apa-apa gampanglah, kayaknya. Ahahah,” kata kakak penyuka pisang itu.

Resep lainnya dari Kak Dhea ialah selalu me-list apa aja yang mau dilakukan setiap harinya. Walaupun jarang tepat, tapi lumayan efektiflah untuk bantu-bantu nginget apa yang harus dikerjain. Hitung-hitung sekalian memastikan kalau 24 jam kita yang berharga nggak akan terbuang sia-sia. Supaya hidup kita lebih teratur serta sebagai sarana latihan mendisiplinkan diri. “Saya juga nerapinnya nggak lancar-lancar banget, apalagi kalau musim tes dan bareng sama suatu acara. Ya, pinter-pinternya kita aja, wkwkw.”

Dan siapa sangka, banyak yang mendaulat kakak bermata sipit ini pemalas, lho! Katanya sih, Kak Dhea jarang kelihatan ngerjain tugas di kampus. Senantiasa menghadapi tugas dengan santai. Sampai sering diingetin temen-temennya. “Padahal mah, saya juga tau, dan punya deadline sendiri dalam mengerjakan sesuatu. Lagi pula orang, kan beda-beda kenyamanan belajarnya. Tapi seneng sih, jadi banyak yang perhatian, ahahah.” kilahnya.

Males emang manusiawi. Kalau lagi males, ya udah. Mungkin lagi jenuh. Mungkin butuh istirahat. Butuh refreshing. Butuh piknik? Butuh jajan? Silakan. Silakan menarik diri dari bejubelnya hiruk-pikuk kesibukan. Asal jangan kelamaan. Nanti hilang ingatan, lagi. Hiy!

Oh iya! Jangan pernah sepelekan kesehatan. Jangan males mandi, jangan males makan. Percuma kalau kapasitas otak kita oke, tapi fisik seempuk tempe. Apalagi buat anak kosan. Pola makan dan tidur penting banget buat diatur. “Kalau kita sehat, kan, insya Allah mau ngapa-ngapain juga semangat, ibadah mudah, belajar juga lancar, agenda jalan-jalan juga tetep jalan. Heheu,” tambahnya.

Dan yang terakhir, jujur sama diri sendiri! Kakak yang mengaku penyuka petir satu ini menganut prinsip yang dalam Bahasa Koreanya, “Yen Wedi aja Wani wani, yen wani aja wedi wedi,” Artinya kurang lebih, kalau takut, ya jangan brani-brani. Kalau berani, ya jangan takut-takut. Sederhananya, dalam melakukan sesuatu ga setengah-setengah, gitulah..


Jangan lupa senyum! Biar bahagia. Bukan nunggu bahagia dulu baru senyum.
Face it with a smile, and everything gonna be okay ;)



Kalau kata Hamka,
“Bebanmu akan berat, jiwamu harus kuat. Tetapi aku percaya langkahmu akan jaya. Kuatkan pribadimu!”

 Kalau ada yang pernah denger katanya mutiara yang bunyinya, manusia cuma bisa berencana, Tuhan yang menentukan sisanya. Nggak usah dipercaya, ya. Itu orang yang mencetus mungkin lupa the power of doa dan usaha. Jangan sampai kita bergantung sama rencana dan berakhir dengan (amit-amit) bencana. Lemah bener jiwa pemuda kalau begitu adanya.

Kuatkan pribadimu, kata Hamka. Kuatkan mentalmu, spiritualmu, argumenmu. Bulatkan tekad, luruskan niat. Pertegas identitas, ikat tali sepatu, dan kencangkan sabuk pengamanmu, karena berjuang tidak sesederhana itu! S E M A N G A T !

You Might Also Like

0 comments

Bagaimana Tampilan Website Terbaru HIMA MP?

Follow by Email

Total Pengunjung